Rabu, 24 Mei 2017

Untuk istri ku tercinta

Untuk istri ku tercinta

Terbayangkah engkau bertemu seorang engineer dan dialah aku pilihan hatimu. Maka, mungkin dan sangat mungkin engkau akan menyaksikan aku terlalu rasional dalam setiap persoalan. Sering dan mungkin akan sangat sering kau menjumpai aku memilih dan memutuskan sesuatu berdasar efisien apa tidak, bukan pada nyaman apa tidak nyaman. Karena aku berkeyakinan kenyamanan adalah sesuatu yang bisa diupayakan belakangan.
Terbayangkah engkau bertemu seorang engineer dan dialah aku pendamping hidupmu. Maka, kau akan menyaksikan bahwa aku akan sangat jarang di rumah. Aktivitasku adalah di luar sana. Karena pekerjaan ku. Yang mungkin dan sangat mungkin mendadak untuk lembur menyelesaikan perbaikkan. Tapi tenanglah, kamu yang akan selalu menjadi passion-ku dengan apa-apa yang menjadi prinsip dan pilihan hidupku. Termasuk saat aku sudah memilih mu sebagai pasangan hidupku.
Terbayangkah engkau bertemu seorang engineer dan dialah aku kekasih hatimu. Maka boleh jadi kau akan menganggapku aku terlalu menyepelekan setiap masalah. Tapi bukan itu sebenarnya maksudku. Asal kau tau kompleksitas setiap masalah adalah kekal hukumnya, tapi aku hanya ingin mengajakmu untuk menghadapinya dengan menyederhanakannya. Menganggap setiap masalah bukan persoalan besar. Sehingga bahtera rumah tangga kita tetap tegar menghadapi setiap persoalan. Karena pada kenyataannya kita lebih besar dari setiap masalah itu sendiri.
Terbayangkah engkau bertemu seorang engineer dan dialah aku ayah dari anak cantik yang paling terhebatmu. Maka maukah kamu, untuk menjadi ibu terhebat buat anakku tercinta. Mengajari mereka, mendidik mereka dan menghebatkan mereka. Banyak-banyaklah untuk beraktivitas di rumah. Gantikanku saat aku diluar sana bekerja. Menceritakan tentang ayahnya saat mengantarkan tidur mereka. Dan saat aku kembali kerumah kaupun sudah menyiapkan segalanya. Dan kau berdandan lebih cantik dari hari-hari sebelumnya dan selalu tersenyum manis menyambutku. Menghadirkan kecerian di rumah kecil kita ini. Dan jangan khawatir kau akan bosan hanya beraktivitas di rumah. Aku akan selalu mendukung apa pun yang menjadi passionmu. Asal tidak melupakan tugas utamamu sebagai seorang ibu dan istri.
Terbayangkah engkau bertemu seorang engineer dan dialah aku sebagai pelengkap setengah jiwamu. Maka kamu harus menerima kenyataan, bahwa cintaku kepadamu bukan cinta utamaku. Cintaku kepadamu tidak sama dengan cintaku kepada Allah. Bahkan masih di bawah kecintaanku kepada orangtuaku dan mertuaku. Maka hormati aku sebagaimana aku menghormati (keempat) orangtuaku. Patuhi aku selama aku tetap taat kepada Allah.
Dan saat bayanganmu menjadi kenyataan bahwa kau menyaksikan di sebuah cermin dirimu adalah istri dari seorang engineer. Maukah kamu selalu mendampingiku, melengkapi ketidak sempurnaanku, hidup susah dan senang bersamaku, mengingatkanku selalu saat lalai, membuka percakapan dalam setiap kebisuanku, menghadirkan keromantisan di setiap keadaan dan menjadi navigator handal untuk petualangan-petualangan yang kita lalui sampai bahtera ini berlabuh di surga.

Aku akan selalu mencintai mu hingga akhir hayat ku. Maka doakan aku dengan tulus karena aku selalu akan berusaha dengan baik untuk mu dan untuk anak ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar